Tahun ini persaingan dalam genre RPG strategi sangat ketat. Mula-mula, juara bertahan Nippon Ichi Software tampil dengan game Phantom Kingdom. Kemudian Namco bersama developer Monolith Soft menandinginya dengan game sensasional Namco x Capcom. Dan belum lama ini, muncul kandidat baru yang potensial dari Konami, yaitu Rhapsodia.
Pertama kali mendengar nama Rhapsodia mungkin tidak memberikan kesan yang mendalam. Tapi melihatnya-serta menyadari kaitannya dengan serial RPG populer Genso Suikoden-barulah game ini menarik perhatian. Kalau dulu Square Soft (sebelum menjadi Square Enix) mengadaptasi genre strategi lalu memberinya nuansa Final Fantasy sehingga menjadi game Final Fantasy Tactics, kini Konami melakukan hal yang sama dengan serial Genso Suikoden.
Kisah Rhapsodia bersetting sekitar cerita dalam Genso Suikoden IV. Di awal permainan, pemain akan bertemu dengan karakter utama game tersebut bersama karakter Snowe, yang ketika itu masih kecil. Tokoh utama Rhapsodia adalah Kyril, yang ditemani oleh Corselia, Andarc, Seneca, and Yohn. Mulanya, mereka menyelidiki misteri Rune Cannon dan sekelompok ras manusia ikan yang melakukan berbagai teror. Tapi kemudian cerita mengalir ke arah lain, ke arah suatu cerita baru yang tak kalah menariknya.
Total ada lima puluhan karakter yang bisa dimainkan. Lebih sedikit daripada 108 karakter yang biasa terdapat dalam serial Genso Suikoden, tapi lebih banyak daripada rata-rata RPG strategi. Jika pemain menggunakan save data Genso Suikoden IV ketika memulai permainan-tidak harus menamatkannya dulu-dua karakter utama game tersebut nantinya bisa dimainkan.
Ada tiga sistem yang menarik dalam game ini. Pertama, ketika pemain menggerakkan karakter, suatu ikon akan muncul untuk memberitahukan prospek langkah tersebut, apakah aman atau beresiko menerima serangan balasan dari lawan. Ikon juga akan muncul ketika ada karakter yang membutuhkan pengisian tenaga.
Kedua, para karakter bisa saling bercakap-cakap, baik dalam segmen karavan atau di tengah pertempuran. Percakapan ini meningkatkan hubungan antarkarakter, yang bisa membuka teknik serangan kombinasi yang melibatkan lebih dari satu karakter.
Ketiga, setiap karakter dan kotak di arena memiliki unsur bervariasi. Unsur ini kira-kira setara dengan konsep rune dalam serial Genso Suikoden. Jika karakter berada pada kotak yang sesuai, daya tempurnya akan meningkat. Sebaliknya, jika tidak sesuai, posisinya memburuk. Nantinya, karakter juga bisa mengubah unsur kotak di arena.
Dibandingkan RPG strategi lain, sistem permainan Rhapsodia terasa lebih simpel. Mungkin Konami berusaha menarik fans serial Genso Suikoden yang belum terbiasa dengan genre strategi ini. (ray)
Rhapsodia
Genre: Strategy RPG
Mesin: PlayStation2
Produksi: Konami
Rilis: 22 September 2005
cp from :jp

No comments yet
Comments feed for this article