Sutradara legendaris yang menghasilkan film trilogi The Lord of the Rings, Peter Jackson, ternyata adalah seorang gamer. Ketika mengerjakan King Kong, film daur ulang dengan judul yang sama di tahun 1933, Jackson tidak hanya ingin merambah dunia film. Dia ingin lebih! Dia ingin gamer juga merasakan petualangan seseru filmnya.

Jackson kemudian mencari produser game yang memiliki talenta sepadan dengan dirinya dalam film. Dia tidak ingin game King Kong hanya menjadi adaptasi film, seperti game-game kebanyakan. Kemudian dia ingat satu nama: Michael Ancel! Pencipta Beyond Good and Evil, yang sangat digemarinya.

Kolaborasi keduanya ternyata sangat sukses. King Kong tidak hanya menjadi game adaptasi film yang sangat bagus. Game ini layak disejajarkan dengan nama-nama besar sekelas God of War atau Prince of Persia. Ancel berhasil mempersembahkan petualangan yang sangat realistis, sementara Jackson menciptakan cerita dan berbagai makhluk ekslusif khusus untuk gamenya.

Game King Kong menceritakan tentang petualangan sebuah kelompok ekspedisi pembuat film dokumenter. Mereka ingin membuat sebuah film dokumenter tentang peradaban sebuah pulau misterius bernama Skull Island.

Setibanya di sana, mereka berhadapan dengan berbagai jenis makhluk yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Mulai dari binatang purbakala, hingga masyarakat pedalaman yang sangat tertutup dengan dunia luar. Selain itu, kabar menyebutkan eksisnya seekor makhluk buas mirip gorilla bernama King Kong. Penasaran dengan legenda itu, Carl dan kawan-kawan segera bergegas mencari tahu kebenaran King Kong.

Ancel dan Jackson berhasil membawa pengalaman bermain dalam sebuah game action yang benar-benar hidup. Gamer akan mengendalikan Jack Driscoll dalam tampilan first person. Gamer serasa sedang menikmati film yang interaktif. Jika Jack terluka, maka layar akan menjadi kabur dan berwarna merah. Anda tidak akan menemukan indikator darah berkurang, seperti kebanyakan game lain.

Teknologi terbaru yang disebut inverse kinematics juga diimplementasikan dalam game ini. Hal ini menciptakan berbagai variasi dalam pola pikir AI dalam game King Kong. Lawan yang akan dihadapi bukan hanya terdiri dari beberapa program saja. Mereka benar-benar cerdas. Jauh lebih cerdas dibanding para prajurit dalam Metal Gear Solid.

Untungnya bukan hanya para monster yang diciptakan dengan sangat cerdas. Tim Anda pun dibekali dengan AI yang luar biasa. Mereka akan memberikan solusi-solusi pada Anda, mencoba melindungi sesama, berlari, bersembunyi. Mereka benar-benar bersikap seperti manusia pada umumnya… manusia ketakutan pada umumnya.

Inverse kinematics membuat segalanya lebih hidup. Para makhluk buas ini benar-benar bersikap selayaknya monster. Mereka tidak hanya menyerang Anda. Mereka juga saling menyerang sesama, terutama yang berbeda spesies. Mereka juga bisa letih, bahkan perlu istirahat. Jadi jangan heran bila Anda menjumpai makhluk-makhluk ini sedang tertidur pulas.

Selain Driscoll, Anda juga akan berperan sebagai King Kong. Berbeda dengan Driscoll yang lemah dan penuh keterbatasan. King Kong adalah makhluk terkuat dalam game ini. Sudut pandang permainan pun berubah dari first person ke third person. Aspek survival dihilangkan. Sebagai King Kong, genre berubah menjadi action keras. Anda bisa bertarung brutal melawan sekelompok V-Rex, kemudian menghabisinya dengan serangkaian kombinasi tombol.

Lupakan semua game adaptasi film yang pernah Anda mainkan. King Kong adalah pilihan terbaik minggu ini. Ancel, seperti Jackson, adalah seorang seniman yang tidak pernah mengecewakan penggemarnya. Ini adalah game adaptasi film terbaik yang pernah diciptakan. (grc)

King Kong
System: Xbox360, Xbox, PS2, GameCube
Genre: Action / FPS
Produksi: Ubisoft
Tanggal Rilis: 21 November 2005

Sudah bukan menjadi rahasia lagi, bahwa sebuah game yang diadaptasi dari film “hanya” menjadi bumbu pemanis dari film tersebut. Tahun ini Jackson dan Ancel menghancurkan pendapat itu melalui King Kong.

Pulau Skull Island dibuat dengan menggunakan teknik penggambaran secara manual, tidak dengan teknologi Computer Graphics (CG) yang sangat populer dikalangan para developer. Dengan teknik tersebut, diharapkan lingkungan yang tergambar dalam King Kong benar-benar tergambar secara detail, tanpa ada efek tekstur poligon yang tidak tergambar dengan sempurna lagi.

cp from :jp